ARTIKEL
Gugus Depan Pramuka MA dan SMK Pondok Pesantren Darul Amanah Ikuti Pembinaan KKRI, Perkuat Karakter dan Semangat Bela Negara
Kendal – Gugus Depan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal, mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Kodim 0715 Kendal sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

KKRI merupakan program atau wadah pembinaan generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK, yang diarahkan untuk membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Kegiatan KKRI Pondok Pesantren Darul Amanah dilaksanakan melalui rangkaian pembinaan yang terstruktur selama beberapa hari. Berdasarkan jadwal kegiatan, rangkaian dimulai pada Jumat, 7 Agustus 2026. Para peserta terlebih dahulu berkumpul, kemudian mengikuti registrasi dan pemeriksaan kesehatan (Rikes).
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengorganisasian dan yel-yel untuk membangun kekompakan peserta. Peserta kemudian melaksanakan ibadah salat Ashar, dilanjutkan pembekalan dari Pasiter dan staf serta materi Bela Negara.
Pada malam hari, peserta mendapatkan materi kepemimpinan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bimbingan dan pembinaan malam (Bimsuh), apel malam, dan istirahat.
Memasuki rangkaian kegiatan berikutnya, peserta dibiasakan memulai aktivitas sejak dini hari dengan bangun pagi dan melaksanakan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, peserta mengikuti senam pagi Anak Indonesia Hebat, pembersihan diri dan lingkungan, makan pagi, serta apel pagi.
Pembinaan dilanjutkan dengan materi Sejarah Perjuangan Bangsa dan Pancasila, sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Para peserta selanjutnya mengikuti persiapan dan upacara pembukaan. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dari Dandim serta materi Wawasan Nusantara dan Bela Negara.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teori, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan praktik. Materi praktik meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM), pengenalan pioner, survival, dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Kegiatan praktik tersebut menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, ketangkasan, kemandirian, keberanian, kemampuan memecahkan masalah, serta kerja sama antarpeserta. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan praktik lapangan dan fun game (outbond).
Pada malam harinya, peserta mengikuti kegiatan “Api Semangat Belanegara” berupa api unggun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum pembinaan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara sebelum peserta mengikuti apel malam dan beristirahat.
Pada rangkaian akhir kegiatan, peserta kembali mengawali aktivitas dengan bangun pagi dan salat Subuh, kemudian mengikuti senam pagi dan permainan. Setelah pembersihan diri dan lingkungan serta makan pagi, peserta mengikuti evaluasi kegiatan. Setelah seluruh rangkaian evaluasi selesai, kegiatan KKRI dinyatakan selesai.
Melalui keikutsertaan dalam KKRI, Gugus Depan Pramuka MA dan SMK Pondok Pesantren Darul Amanah diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan dan kedisiplinan peserta didik, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, semangat persatuan, serta kesadaran untuk menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Pondok Pesantren Darul Amanah dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “Bela Negara, Disiplin, Kepemimpinan, dan Kebersamaan”, para peserta KKRI diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren, sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
