Tabarukan, Pengurus Santri Pondok Pesantren Darul Amanah Kunjungi Makam Gus Miek dan Sunan Ampel

JAWA TIMUR – Pengurus Organisasi Darul Amanah Putri Hari Pertama Study Tour Pendidikan diawali dengan ziarah ke Makam Gus Miek Kediri dan Makam Sunan Ampel Surabaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk tabarukan guna ngalap berkah kepada waliyullah serta menjadi sarana mengingat bahwasanya nantinya semua akan kembali kepada pencipta.

Kegiatan ziarah ini diikuti ratusan santri pengurus santri putri dan di pimpin oleh pembina.

Sesampai di tempat ziarah, para santri melaksanakan sholat berjamaah dan dzikir dilanjutkan pada malam pertama di Makam Gus Miek yang terletak di Kediri.

KH. Hamim Thohari Djazuli, akrab dipanggil Gus Miek atau wafat pada 14 Dzulhijjah 1413 H adalah pendiri amalan dzikir Jama’ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan sema’an al-Qur’an Jantiko Mantab. Ia adalah putra dari K.H. Ahmad Djazuli Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Pada malam berikutnya dilanjutkan menuju makam sunan ampel di surabaya. Sunan Ampel merupakan salah satu diantara wali songo yang menyebarkan agama di Islam di Nusantara tepatnya di tanah Jawa.

Santri Darul Amanah Kunjungi Makam Gus Miek dan Sunan Ampel
Ziarah Ke Makam Sunan Ampel, Surabaya

Sunan Ampel yang memiliki nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah (Raden Rahmat) menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Sunan Ampel merupakan anak dari Maulana Malik Ibrahim atau Malik Maghribi atau yang dikenal Sunan Gresik.

Sunan Ampel dikenal dengan metode dakwahnya Moh Limo. Ia juga salah satu sebagai pencetus Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa dan membantu membangun Masjid Agung Demak.

www.darulamanah.com

Scroll to Top