ARTIKEL

Temu Teknis Pimpinan Kontingen Mantapkan Kesiapan PWD XI Jawa Tengah 2026

Posted by admin
26/07/2026 | 10:14 WIB

KENDAL, 25 Juli 2026 — Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Tengah resmi menggelar Temu Teknis Pimpinan Kontingen (Pinkon) Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) XI Kwarda Jawa Tengah Tahun 2026 pada Sabtu (25/7/2026) di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran DKD Jawa Tengah, pimpinan kontingen dari 35 Kwartir Cabang se-Jawa Tengah, serta pihak tuan rumah guna mematangkan skenario perkemahan, tata tertib, hingga alur kegiatan bakti.

Dipandu oleh Kak M. Iwan Aziz selaku moderator, acara diawali dengan pengantar dari Ketua DKD Jawa Tengah, Kak Dede Tri Rachman, S.K.M. Dalam sambutannya, Kak Dede menekankan bahwa PWD XI Kwarda Jawa Tengah 2026 memiliki konsep dasar yang sangat berbeda dibandingkan dengan perkemahan biasa maupun Raimuna Daerah (Raida) XII Tahun 2025.

“PWD XI Jawa Tengah menitikberatkan porsi bakti masyarakat hingga di atas 70 persen selama kegiatan berlangsung. Fokus utama kegiatan ini adalah masyarakat, bukan kepuasan dan kesenangan peserta semata. Capaian utamanya adalah kebermanfaatan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokasi perkemahan,” tegas Kak Dede Tri Rachman.

Sebagai persiapan intensif sebelum terjun langsung ke lapangan, sangga kerja menjadwalkan kegiatan Wirakarya Bootcamp pada tanggal 27 s.d. 29 Agustus 2026. Melalui bootcamp ini, peserta dari seluruh kontingen akan dibekali materi khusus oleh narasumber dari dinas tingkat Provinsi Jawa Tengah serta dibagi ke dalam proyek-proyek bakti melalui mekanisme rembug warga.

Dalam paparan Bidang Administrasi, Humas, Waslitev, dan Pemerintahan yang disampaikan oleh Kak M. Victor Ali, beberapa poin penting teknis telah disepakati:

  1. Komposisi Kontingen: Tiap Kontingen Cabang berjumlah 22 orang, dengan pendaftaran terpusat melalui aplikasi AyoPramuka Kwarnas.
  2. Persyaratan Wajib: Peserta dan pembina wajib melampirkan kartu BPJS Kesehatan/Asuransi Aktif guna mengantisipasi risiko kesehatan selama perkemahan.
  3. Jurnalis Kontingen: Tiap kwarcab mengutus 2 orang jurnalis kontingen (1 putra dan 1 putri) yang akan mendapatkan pembekalan jurnalistik pra-kegiatan untuk memperluas publikasi.
  4. Tata Kelola Perkemahan: Menggunakan konsep satuan terpisah (Desa Putra di Lapangan Desa Ngadiwarno & Lapangan Arofah Ponpes Darul Amanah; Desa Putri di Lapangan Desa Ngadiwarno). Kapling tapak kemah diatur berukuran 9×9 meter.

Penjelasan teknis bidang kegiatan dipaparkan secara rinci oleh Kak M. Rafi Aditiya. PWD XI Kwarda Jateng 2026 menghadirkan ragam program komprehensif, meliputi:

  1. Bakti Fisik: Bedah/rehabilitasi rumah rusak ringan, pengecatan fasilitas umum, pembangunan green house, perbaikan sanitasi, pembuat biopori (membawa 2 pipa/kwarcab), penanaman pohon, dan pembuatan tempat sampah permanen.
  2. Bakti Non-Fisik: Program Scout Goes to School, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi kesehatan reproduksi yang dimonitor langsung oleh Puskesmas setempat, pelatihan pertolongan pertama, edukasi santri, hingga pelatihan keluarga tangguh bencana.
  3. Keterampilan & Edukasi: Pelatihan Sembelih Halal (Putra), Kaligrafi (Putri), Ascending/Descending, Bela Diri (Taekwondo), Hadroh/Qiroah, Bahasa Arab, serta E-Sport (Mobile Legends).
  4. Wawasan & Kebudayaan: Talkshow Kesetaraan Gender, Pelestarian Hutan, Kesehatan Mental (Mental Health), program Mondok Santri, Wirakarya Culture Art, hingga Karnaval Wirakarya.

Di bidang Sarana dan Prasarana (disampaikan oleh Kak Ghifari Hadyan Indrastata), sangga kerja memastikan ketersediaan area penerangan, titik pengisian daya (charger station), koneksi Wi-Fi, fasilitas MCK, serta pos pelayanan kesehatan.

Untuk menjaga keamanan wilayah perkemahan, sistem Pengamanan Swakarsa (PAM Swakarsa) akan dijalankan oleh peserta putra mulai pukul 22.00 s.d. 03.00 WIB. Selain itu, pimpinan kontingen imbau untuk memperhatikan pilihan armada transportasi dan menyarankan tidak menggunakan bus besar menuju lokasi Sukorejo demi keselamatan perjalanan.

Kegiatan Temu Teknis diakhiri dengan agenda peninjauan langsung (site visit) ke lokasi tapak kemah, fasilitas pondok pesantren, dan titik pelayanan kegiatan di sekitar Sukorejo, Kendal.

ARTIKEL TERKAIT