ARTIKEL

ETK di Pondok Pesantren Darul Amanah Dilepas Ketua Kwarcab Kendal, Bawa Pesan “Ngopeni dan Nglakoni”

Posted by admin
05/09/2026 | 22:28 WIB

KENDAL — Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah kembali bergulir. Rangkaian perjalanan ETK memasuki wilayah Kabupaten Kendal dan singgah di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kendal, Sabtu (5/9/2026).

Pasukan ETK yang membawa lambang Tunas Kelapa tersebut dilepas secara resmi oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kendal, Kak H. Mahfudz Sodiq, S.Pd.I yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kendal.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan diikuti ribuan santri Pondok Pesantren Darul Amanah. Kehadiran pasukan ETK di lingkungan pesantren menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Estafet Tunas Kelapa yang tidak hanya membawa simbol Gerakan Pramuka, tetapi juga semangat persaudaraan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kak H. Mahfudz Sodiq, S.Pd.I membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah. Amanat tersebut menekankan pentingnya menjadikan perjalanan ETK bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kepramukaan serta membangun kepedulian dan semangat pengabdian di tengah masyarakat.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah semangat “ngopeni” dan “nglakoni”. Ngopeni dimaknai sebagai sikap merawat, menjaga, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan. Sementara nglakoni berarti menjalankan nilai-nilai tersebut dalam bentuk tindakan nyata, kerja keras, kedisiplinan, dan pengabdian.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka harus hadir bukan hanya melalui kegiatan dan teori, tetapi mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Anggota Pramuka diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, serta berbagai persoalan sosial yang ada di sekitarnya.

Dalam amanat Gubernur Jawa Tengah tersebut juga ditekankan agar seluruh anggota pasukan ETK senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, keselamatan, dan semangat persaudaraan selama menjalankan perjalanan. ETK diharapkan menjadi ruang untuk menyebarkan pesan positif, perdamaian, serta mempererat silaturahmi antara Gerakan Pramuka dengan masyarakat.

Kehadiran ETK di Pondok Pesantren Darul Amanah mendapat sambutan hangat dari keluarga besar pesantren. KH. Mas’ud Abdul Qodir hadir didampingi Hj. Halimah, serta Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah H. Muhammad Adib, Lc., M.A. Ribuan santri turut menyaksikan dan memberikan semangat kepada pasukan ETK yang melanjutkan perjalanan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kwarda Jawa Tengah, jajaran pengurus Kwarcab Kendal, Kwartir Ranting (Kwarran) Sukorejo, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukorejo.

Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Amanah, kehadiran ETK menjadi momentum strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada para santri. Nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian, persaudaraan, dan cinta tanah air menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Semangat membawa Tunas Kelapa juga diharapkan tidak berhenti pada perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Lebih dari itu, ETK menjadi simbol perjalanan nilai dan semangat pengabdian yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dengan dilepasnya pasukan ETK dari Pondok Pesantren Darul Amanah, perjalanan Estafet Tunas Kelapa di wilayah Kabupaten Kendal terus berlanjut. Para peserta membawa amanah untuk menjaga semangat persatuan dan persaudaraan Pramuka sekaligus menyebarkan nilai-nilai positif di sepanjang rute yang dilalui.

ETK menjadi simbol Pramuka Jawa Tengah yang terus bergerak: ngopeni dengan kepedulian dan nglakoni dengan aksi nyata, untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

ARTIKEL TERKAIT