ARTIKEL

Ahmad Fuadi Motivasi Santri Darul Amanah Lewat Bedah Buku Negeri 5 Menara

Posted by admin
27/08/2026 | 10:43 WIB

KENDAL – Penulis novel Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi, hadir di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk memberikan motivasi kepada para santri melalui kegiatan bedah buku.

Kegiatan bertajuk “Motivasi Santri & Bedah Buku Negeri 5 Menara Bersama Ahmad Fuadi” tersebut berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan menjadi momentum bagi para santri untuk mengenal lebih dekat sosok penulis sekaligus menggali nilai-nilai pendidikan dan perjuangan yang terkandung dalam novel Negeri 5 Menara.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Fuadi berbagi pengalaman perjalanan hidup, pendidikan, dunia kepenulisan, serta pentingnya memiliki cita-cita dan bersungguh-sungguh dalam meraihnya.

Negeri 5 Menara merupakan novel pertama Ahmad Fuadi sekaligus bagian pertama dari trilogi yang dilanjutkan dengan Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Novel tersebut mengisahkan perjalanan Alif Fikri, seorang anak dari Maninjau yang menempuh pendidikan di Pondok Madani bersama lima sahabatnya.

Salah satu pesan paling kuat dalam novel tersebut adalah “man jadda wajada”, yang bermakna siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Pesan itu menjadi motivasi bagi para tokoh dalam novel untuk berani bermimpi dan berjuang mewujudkannya.

Ahmad Fuadi sendiri dikenal sebagai novelis, pekerja sosial dan mantan wartawan. Novel Negeri 5 Menara menjadi karya yang mengangkat namanya di dunia sastra Indonesia dan dikenal sebagai karya fiksi yang mendorong semangat pembacanya untuk berprestasi.

Bagi kalangan santri, kisah yang diangkat Fuadi memiliki kedekatan tersendiri karena banyak menggambarkan kehidupan pendidikan pesantren, kedisiplinan, persahabatan, perjuangan menuntut ilmu serta keberanian untuk mempunyai cita-cita besar.

Kegiatan bedah buku tersebut tidak hanya membahas isi novel. Kehadiran Ahmad Fuadi juga menjadi sarana bagi para santri untuk mendapatkan perspektif langsung dari seorang penulis yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan, jurnalistik dan literasi.

Pesan mengenai pentingnya membaca, belajar dan berani bermimpi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para santri diajak untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Pondok Pesantren Darul Amanah yang ingin mencetak santri menjadi ulama intelek yang mampu memberikan kontribusi dan menjawab persoalan masyarakat pada zamannya.

Kehadiran Ahmad Fuadi di tengah para santri diharapkan semakin memperkuat budaya literasi dan semangat belajar di lingkungan pesantren.

Melalui kisah Negeri 5 Menara, para santri diajak memahami bahwa cita-cita membutuhkan kesungguhan, disiplin dan proses panjang. Pesan sederhana “man jadda wajada” pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui kerja keras dan ketekunan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara dunia literasi dan pendidikan pesantren—dua lingkungan yang sama-sama memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter dan memiliki visi masa depan.

ARTIKEL TERKAIT