ARTIKEL
Profesor Internasional Asal Mesir Kunjungi Pondok Pesantren Darul Amanah, Teguhkan Hubungan Keilmuan Indonesia–Al-Azhar
KENDAL – Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal, kembali mendapat kehormatan dengan menerima kunjungan seorang akademisi internasional dari Mesir, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho, Guru Besar Jurusan Syariah dan Qanun Universitas Al-Azhar Kairo, pada Ahad (26/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan keilmuan antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar sekaligus memberikan motivasi kepada para santri, mahasiswa, guru, serta civitas akademika yang hadir.

Kedatangan Prof. Dr. Abdul Aziz Atho disambut hangat oleh jajaran pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah beserta para guru, dosen, mahasiswa STAIDA Kendal, dan ratusan santri. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat menuntut ilmu begitu terasa sejak awal kegiatan. Kehadiran seorang ulama sekaligus akademisi dari salah satu universitas Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Darul Amanah.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho mengawali penyampaian materi dengan menjelaskan eratnya hubungan sejarah dan keilmuan antara Indonesia dengan Universitas Al-Azhar Mesir. Menurut beliau, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan sangat kuat dengan Al-Azhar. Setiap tahunnya, ribuan mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di kampus tersebut untuk memperdalam ilmu-ilmu syariah, bahasa Arab, ushuluddin, hingga berbagai disiplin ilmu keislaman lainnya.
Beliau menyampaikan bahwa hubungan tersebut bukan sekadar hubungan akademik, tetapi juga ikatan persaudaraan dalam dakwah dan pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Banyak tokoh, ulama, akademisi, dan cendekiawan Indonesia merupakan alumni Al-Azhar yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan, dakwah, serta pembangunan masyarakat di tanah air.
Secara khusus, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho mengapresiasi Pondok Pesantren Darul Amanah yang selama ini telah melahirkan banyak alumni yang melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo. Bahkan hingga saat ini telah terbentuk ikatan alumni Darul Amanah di Mesir yang terus berkembang dan menjadi wadah silaturahmi bagi para mahasiswa asal pesantren tersebut.
“Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Darul Amanah dengan Al-Azhar bukanlah hubungan yang baru, tetapi telah terjalin dengan baik melalui para alumninya yang menimba ilmu di Mesir. Semoga hubungan ini terus berkembang dan semakin banyak santri Darul Amanah yang dapat melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada seluruh santri. Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata, tetapi juga dari kualitas akhlak yang dimiliki.
Beliau mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang senantiasa memperbaiki akhlaknya. Oleh karena itu, para santri harus menjadikan akhlak mulia sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang tinggi akan menjadi lebih bernilai apabila dibarengi dengan kejujuran, kerendahan hati, kesopanan, serta sikap hormat kepada sesama.
“Akhlak merupakan mahkota seorang penuntut ilmu. Ilmu yang tidak dihiasi akhlak akan kehilangan keberkahannya. Sebaliknya, akhlak yang baik akan menjadikan ilmu bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” pesan beliau di hadapan para peserta.
Selain membahas pentingnya akhlak, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho juga menekankan bahwa kesabaran merupakan pondasi utama dalam proses menuntut ilmu. Menurutnya, menjadi seorang santri bukanlah perjalanan yang mudah. Seorang santri harus rela meninggalkan orang tua dan keluarga demi mencari ilmu, menghadapi kerinduan, menjalani jadwal belajar yang padat, menghafal pelajaran, mengikuti berbagai kegiatan pesantren, hingga membiasakan hidup disiplin setiap hari.
Beliau menegaskan bahwa seluruh proses tersebut merupakan bagian dari pendidikan yang akan membentuk pribadi tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. Kesabaran dalam menghadapi setiap tantangan akan melahirkan pribadi yang kuat serta mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan di masa depan.
Untuk memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya kesabaran, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho menceritakan pengalaman perjalanannya menuju Pondok Pesantren Darul Amanah. Beliau mengisahkan bahwa perjalanan yang ditempuh cukup panjang dan melewati jalan yang berliku serta membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Namun seluruh perjalanan tersebut dijalani dengan penuh keikhlasan demi memenuhi undangan dan berbagi ilmu kepada para santri.
“Perjalanan yang sulit tidak menjadi alasan untuk berhenti menyampaikan ilmu. Justru dari perjalanan tersebut kita belajar bahwa kesabaran akan menghadirkan keberkahan dan kebahagiaan ketika tujuan mulia dapat tercapai,” tuturnya.
Beliau berharap para santri dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut, bahwa setiap cita-cita besar selalu membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan kesabaran. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan tanpa melewati berbagai ujian dan tantangan.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho menjelaskan bahwa selain kesabaran, ketaatan merupakan bekal penting yang harus dimiliki oleh setiap santri. Ketaatan dimulai dari menaati perintah Allah SWT, menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh, berbakti kepada kedua orang tua, menghormati guru dan para ustaz, serta mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku di lingkungan pesantren.
Menurut beliau, kepatuhan terhadap aturan bukan sekadar bentuk kedisiplinan, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter seorang penuntut ilmu. Sebaliknya, melanggar aturan merupakan bentuk ketidaktaatan yang dapat mengurangi keberkahan ilmu serta menghambat proses pembinaan akhlak.
Beliau mengajak seluruh santri agar menjadikan pesantren sebagai tempat terbaik untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kebiasaan baik yang akan menjadi bekal ketika kembali mengabdi di tengah masyarakat.
Di akhir tausiyahnya, Prof. Dr. Abdul Aziz Atho berharap seluruh santri Darul Amanah senantiasa menjaga semangat belajar, memperkuat akhlak, meningkatkan kesabaran, serta menumbuhkan sikap taat dalam setiap aspek kehidupan. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang berilmu, berintegritas, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Kunjungan Guru Besar Universitas Al-Azhar Kairo ini menjadi salah satu momen bersejarah bagi Pondok Pesantren Darul Amanah. Selain mempererat hubungan akademik dan ukhuwah Islamiyah antara Indonesia dan Mesir, kegiatan ini juga semakin memotivasi para santri untuk terus menuntut ilmu hingga ke tingkat internasional, khususnya di Universitas Al-Azhar Kairo, sebagai salah satu pusat keilmuan Islam yang telah melahirkan banyak ulama dan cendekiawan dunia.
