ARTIKEL
Ponpes Darul Amanah Jalin Kerja Sama dengan Unwahas Semarang dalam Pengembangan Budidaya Maggot, Eco Enzyme, dan Pengelolaan Sampah
Kendal – Pondok Pesantren Darul Amanah terus memperkuat komitmennya dalam membangun pesantren yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dalam bidang pengembangan budidaya maggot, pembuatan eco enzyme, serta pengelolaan sampah organik melalui komposter.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan penerapan teknologi tepat guna di lingkungan pesantren. Melalui kolaborasi tersebut, Pondok Pesantren Darul Amanah bersama Unwahas akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya mampu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan. Unwahas sendiri aktif mengembangkan berbagai program pengabdian masyarakat dan inovasi di bidang pemberdayaan lingkungan serta pengelolaan limbah berkelanjutan.
Program budidaya maggot memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pengurai sampah organik. Selain mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, maggot juga menghasilkan sumber protein alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan maupun unggas.
Sementara itu, pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme diharapkan dapat menghasilkan cairan serbaguna yang bermanfaat untuk pupuk organik, pembersih alami, hingga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Adapun pengembangan komposter akan menjadi sarana edukasi sekaligus solusi pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan pertanian di lingkungan pesantren.
H. Muhammad Fatwa, M.S.I mewakili Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di kalangan santri. Selain memperoleh ilmu keagamaan, para santri juga dibekali keterampilan praktis dalam pengelolaan lingkungan dan kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendampingan dari tim akademisi Unwahas, program ini akan dilaksanakan secara bertahap melalui pelatihan, praktik lapangan, hingga monitoring dan evaluasi agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pesantren dan masyarakat sekitar.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan pondok pesantren dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, mendukung program pengurangan sampah, sekaligus membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi loka . l.
