ARTIKEL
Organisasi Santri Darul Amanah (OSDA) Laksanakan Studi Literasi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Jakarta Pusat, 5 Agustus 2026 – Organisasi Santri Darul Amanah (OSDA) Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal melaksanakan Studi Literasi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan keilmuan, serta meningkatkan semangat literasi di kalangan santri.
Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapatkan pengenalan mengenai Perpustakaan Nasional RI sebagai pusat literasi nasional yang memiliki jutaan koleksi buku, naskah, referensi, dan sumber informasi digital. Para santri juga diajak mengenal berbagai layanan perpustakaan modern, tata cara pemanfaatan koleksi, serta pentingnya literasi sebagai bekal menghadapi tantangan di era global.
Para santri tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka mengunjungi berbagai ruang layanan, membaca koleksi buku dari berbagai bidang ilmu, serta berdiskusi mengenai pentingnya membangun budaya membaca sejak usia dini. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memotivasi para santri untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
Pendamping Organisasi Santri Darul Amanah (OSDA), Karmini, S.Pd.I, menyampaikan bahwa Studi Literasi ini merupakan bagian dari program pembinaan santri untuk membentuk generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, serta memiliki wawasan yang luas.
“Literasi merupakan kunci kemajuan suatu bangsa. Melalui kunjungan ini kami berharap para santri semakin mencintai buku, rajin membaca, dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter santri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Studi Literasi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Pondok Pesantren Darul Amanah terus berkomitmen mencetak generasi santri yang unggul, berbudaya literasi, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan karya nyata.
