ARTIKEL

Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Posted by admin
24/05/2026 | 20:16 WIB

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, amal saleh, dzikir, serta melaksanakan puasa sunnah. Di antara puasa yang sangat dianjurkan adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat ketika jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Pengertian Puasa Tarwiyah dan Arafah
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilakukan sehari sebelum Puasa Arafah. Kata “Tarwiyah” berasal dari bahasa Arab yang berarti berpikir atau menimbang, karena pada masa dahulu jamaah haji mulai mempersiapkan bekal dan kebutuhan menuju Arafah pada hari tersebut.

Sementara itu, Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak berhaji karena memiliki pahala dan keutamaan yang luar biasa.

Niat Puasa Tarwiyah
Berikut niat Puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa sunnah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum tergelincir matahari selama belum makan dan minum atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada awal Dzulhijjah. Melalui puasa ini, umat Islam dilatih untuk meningkatkan ketakwaan, kesabaran, dan keikhlasan dalam beribadah.

Selain itu, puasa ini menjadi bentuk persiapan spiritual sebelum datangnya hari Arafah dan Idul Adha. Dengan memperbanyak ibadah di hari-hari mulia tersebut, seorang Muslim diharapkan memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Maksudnya adalah Allah SWT memberikan keutamaan berupa pengampunan dosa-dosa kecil bagi orang yang melaksanakan Puasa Arafah dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Namun, Puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah karena mereka membutuhkan kondisi fisik yang kuat untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah

Selain Puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan seperti:
1. Membaca takbir, tahmid, dan tahlil
2. Bersedekah
3. Membaca Al-Qur’an
4. Memperbanyak doa dan istighfar
5. Menjaga silaturahmi
6. Berkurban bagi yang mampu

Momentum Dzulhijjah menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga kita diberikan kemudahan untuk melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah serta memperoleh keberkahan, ampunan, dan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin.

ARTIKEL TERKAIT