Dewan Guru Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Ikuti Pelatihan Nahwu Metode “Al-Fahmu”

Dewan Guru Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo Ikuti Pelatihan Nahwu Metode “Al-Fahmu”

Darul Amanah – Ilmu Nahwu merupakan salah satu ciri khas pelajaran di pesantren. Hal ini disebabkan karena ilmu nahwu merupakan alat yang digunakan untuk bisa membaca dan memahami kitab-kitab klasik yang dipelajari di pesantren.

Sudah banyak sekali metode-metode yang ditawarkan oleh pakar-pakar ilmu nahwu untuk mempermudah para santri dalam membaca kitab kuning yang banyak dianggap susah oleh beberapa kalangan santri.

Rabu (29/1/2020), Dewan guru Pondok Pesantren Darul Amanah Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Pandeglang, Banten, Ustadz Asep Saefullah.

Dalam kunjungannya, Ustadz Asep memperkenalkan kepada asatidz mengenai metode praktis belajar nahwu yang mudah. metode belajar nahwu yang beliau kenalkan ini diberi nama metode Al-Fahmu.

Antusiasme tinggi dari asatidz Darul Amanah terlihat jelas dalam mengikuti pelatihan metode pembelajaran Al-Fahmu yang dilaksanakan di aula yayasan Darul Amanah. Kurang lebih sebanyak 100 ustadz dan ustadzah tak menyiakan kesempatan mengikuti pelatihan selama 7 jam ini.

“Metode yang saya perkenalkan melalui kitab Al-Fahmu ini, akan mempermudah ustadz dan para santri dalam belajar meng-I’rab.” Tutur Ustadz Asep.

“Metode ini sudah banyak saya perkenalkan di Pesantren-pesantren, dan Alhamdulillah, para peserta mengaku bisa lebih mudah memahami i’rab melalui metode Al-Fahmu” lanjutnya.

Selama kurang lebih 7 jam, ustadz Asep menyampaikan pembelajaran Nahwu dengan menggunakan metode Al-Fahmu secara runtut dan menunjukkan bagaimana mudahnya mempelajari nahwu dengan metode ini.

“Ini menjadi pengalaman yang baru bagi saya, Saya sangat senang sekali bisa mengikuti pelatihan ini, bahkan saya sampai belum pulang dari pagi. Kemudian saya juga merasakan bagaimana metode ini sangat mudah untuk difahami” tutur Ustadz Nasihudin, salah satu peserta.

Peserta lain, Ustad Mansyur, S.Pd mengatakan, “Saya hanya ada 3 kata untuk pelatihan pada hari ini, smart, For All, and easy. Jadi, dengan metode ini, semua orang, baik dengan IQ tinggi maupun yang kurang, semua bisa memahami Nahwu”.

Dari sekian banyak ustadz dan ustadzah yang mengikuti pelatihan ini memang mengakui betapa mudahnya metode ini untuk bisa dicerna dan difahami.

Selanjutnya, pelatihan ini ditutup dengan evaluasi atau post test sebagai tolak ukur kesuksesan pelatihan pada hari ini.

Scroll to Top