ARTIKEL

Cegah Perundungan di Lingkungan Pesantren, Darul Amanah Gelar Sosialisasi Anti-Bullying Bersama Kapolsek Sukorejo

Posted by admin
30/10/2026 | 05:58 WIB

KENDAL — Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten Kendal, menggelar Seminar Pendidikan bertajuk Sosialisasi Anti Bullying: Pesantren Keren Tanpa Bullying pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai ini menghadirkan Kapolsek Sukorejo, AKP Setyo Dwi Utomo, S.H., M.H., didampingi Bhabinkamtibmas Desa Ngadiwarno, AIPDA Ahmad Muhlisin, sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah MTs dan MA Darul Amanah, kepala SMK Darul Amanah, serta para siswa kelas XI dan XII MA/SMK Darul Amanah. Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, harmonis, dan terbebas dari segala bentuk perundungan.

Dalam sosialisasi tersebut, Kapolsek Sukorejo memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying serta dampaknya terhadap kondisi psikologis, sosial, dan perkembangan pendidikan korban. Perundungan tidak hanya dapat berupa tindakan fisik, tetapi juga perkataan yang merendahkan, ejekan, penghinaan, intimidasi, pengucilan, hingga tindakan melalui media digital atau cyberbullying. Perilaku tersebut perlu dicegah karena dapat mengganggu rasa aman, kepercayaan diri, serta konsentrasi belajar peserta didik.

Melalui kegiatan ini, para santri dan siswa diharapkan mampu memahami pentingnya saling menghormati, menjaga ucapan dan perilaku, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat. Peserta juga diajak untuk tidak melakukan perundungan, tidak ikut menertawakan atau mendukung tindakan bullying, serta berani melaporkan kepada guru, pengasuh, atau pihak berwenang apabila mengetahui adanya indikasi perundungan di lingkungan pendidikan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Ngadiwarno turut memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan pesantren. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan bullying bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah atau pesantren, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh warga pendidikan, termasuk pendidik, pengasuh, dan para peserta didik.

Melalui seminar pendidikan bertema Pesantren Keren Tanpa Bullying, Pondok Pesantren Darul Amanah menegaskan pentingnya membangun budaya pendidikan yang menjunjung tinggi akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama. Pesantren diharapkan menjadi tempat bagi para santri untuk menuntut ilmu, membentuk karakter, dan mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun perlakuan yang merendahkan martabat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai anti-perundungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, sekolah, asrama, maupun masyarakat. Semangat “Pesantren Keren Tanpa Bullying” menjadi ajakan bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan Darul Amanah yang aman, ramah, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah.

ARTIKEL TERKAIT