ARTIKEL
Belajar dari Karya, Merawat Seni: Kunjungan Edukatif Santri Putri KISSDA ke Museum Private Tumurun
Surakarta — Santri putri Komunitas Ilmiah dan Sastra Santri Darul Amanah (KISSDA) Pondok Pesantren Darul Amanah melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Private Tumurun Surakarta pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan santri dalam bidang seni, budaya, dan literasi sejarah Nusantara.

Tumurun Private Museum di Solo didirikan pada April 2018 oleh Iwan Kurniawan Lukminto, putra dari pendiri PT Sritex, H.M. Lukminto. Museum ini bermula dari koleksi pribadi keluarga yang ingin diwariskan ke generasi berikutnya—sesuai makna namanya—sekaligus penghormatan terhadap kegemaran almarhum H.M. Lukminto sebagai kolektor seni

Dalam kunjungan tersebut, para santri putri diajak menyusuri berbagai ruang pamer Museum Private Tumurun yang menampilkan koleksi seni bernilai tinggi, mulai dari lukisan klasik dan kontemporer, karya seni rupa, hingga artefak budaya yang sarat makna filosofis. Santri tampak antusias menyimak penjelasan mengenai latar belakang karya, seniman, serta pesan budaya yang terkandung di dalamnya.
Ustadzah Ummu Aiman, S.Pd Pembimbing KISSDA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi santri, khususnya dalam mengembangkan kepekaan sastra, estetika, dan daya analisis ilmiah.
“Museum menjadi ruang belajar terbuka yang mengajarkan santri untuk membaca sejarah dan kebudayaan melalui karya seni,” ungkapnya.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi seni pilihan karya pelukis maestro Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, dan Basoeki Abdullah, serta karya seni modern dan kontemporer.
Nama Tumurun bermakna “turun-temurun”, mencerminkan warisan seni dan budaya yang dijaga dan diwariskan lintas generasi.
Melalui kunjungan ini, santri putri KISSDA diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan budaya bangsa serta menjadikannya inspirasi dalam pengembangan karya ilmiah dan sastra di lingkungan pesantren.
Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan dokumentasi bersama sebagai penutup dari rangkaian kunjungan edukatif yang penuh nilai pembelajaran.
