Aug 122018
 
KH. Taj Yasin Maimoen, Buka PORSEKA XXV Pondok Pesantren Darul Amanah

KH. Taj Yasin Maimoen, Buka PORSEKA XXV Pondok Pesantren Darul Amanah

           Perlombaan Porseka sudah bergulir sejak rabu (8/8) kemarin, setelah dibuka oleh Drs. H. A. Mujib Rohmat, M.M, anggota DPR RI yang juga merupakan alumni pesantren Lirboyo. Meskipun sudah berjalan beberapa lomba sebelumnya, secara ceremonial PORSEKA XXV ini baru dibuka pagi tadi, Ahad (12/8) di lapangan Darunnajah oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Terpilih, KH. Taj Yasin Maimoen.

            Dihadiri oleh wakil bupati Kendal, Drs. H. Masrur Masykur, jajaran muspika dan Kepolisian Sektor Sukorejo serta Koramil Sukorejo, dan juga beberapa tamu undangan dari Pesantren dan madrasah sekitar Sukorejo, upacara pembukaan PORSEKA XXV ini dinspekturi langsung oleh KH. Taj Yasin atau yang lebih akrab disapa Gus Yasin. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan kekagumannya kepada Pondok Pesantren Darul Amanah. “Saya kagum, Saya bangga, karena ada satu dari ribuan Pesantren yang ada di Indonesia khususnya Jawa Tengah yang mampu menjadi pioneer dan pelopor kemajuan bangsa sebagaimana Darul Amanah ini.” Begitu kiranya yang disampaikan oleh Gus Yasin dalam amanatnya.

            Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang sangat menjunjung tinggi pembentukan karakter bangsa ini memang harus terus berspekulasi dalam proses pendidikannya. Sebab, persaingan di era modern ini semakin ketat yang mengharuskan pesantren pun harus mampu bersaing bukan hanya di ranah keagamaan namun juga pengetahuan umum dan juga kebangsaan. Salah satu cara yang dilakukan oleh Darul Amanah adalah dengan mengadakan Pekan Olahraga Seni dan Pramuka seperti ini. Terlebih lagi, PORSEKA yang selalu dibumbui dengan karnaval budaya, semakin menunjukkan objektivitas Darul Amanah dalam menjunjung kebhinekaan dan persatuan bangsa.

            Menoleh kebelakang sejanak, kita semua tahu bahwa santri yang merupakan warga pesantren pun tak lepas dari sejarah kemerdekaan Indonesia, dimana mereka senantiasa mendampingi para kyai dan ulama untuk menumpas penjajahan yang ada di Indonesia.

            Berlanjut di era modern, pesantren pun tak boleh kehilangan jiwa hubbul wathan, sehingga harus terus memupuk jiwa-jiwa kebangsaan dalam diri segenap santri. Karena generasi muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa harus dibekali dengan pengetahuan yang berimbang antara pengetahuan keagamaan, pengetahuan umum dan juga kebangsaan. Dan pesantrenlah tempat yang paling tepat untuk mendapatkan itu semua.

            Menutup sambutannya, Gus Yasin mengajak kepada semua santri untuk bersama-sama melestarikan budaya yang ada di Indonesia, Jawa Tengah khususnya. Dan juga mengajak serta menghimbaukan kepada para santri untuk meneruskan perjuangan Kyai Mas’ud, Pimpinan Pesantren dalam memajukan pendidikan di Indonesia serta memajukan bangsa Indonesia. Kalau bukan kita kaum santri yang meneruskan perjuangan para kyai, lalu siapa lagi?.