Peran Kajian Kitab Kuning dalam Membentuk Karakter Santri: Perspektif dari Pondok Pesantren selama Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam berusaha meningkatkan ibadah dan mendalami ajaran agama mereka dengan lebih mendalam. Di banyak pondok pesantren, salah satu kegiatan santri yang sangat penting selama bulan Ramadhan adalah kajian kitab kuning.

Kitab kuning adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada kumpulan karya tulis klasik dalam tradisi Islam, yang biasanya ditulis dalam bahasa Arab. Kitab-kitab ini mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari tafsir (penafsiran Al-Quran) hingga fiqh (hukum Islam), hadis, aqidah (keyakinan), dan lain-lain. Di pondok pesantren, kajian kitab kuning menjadi landasan utama dalam pembelajaran agama.

Sejumlah santri Pondok Pesantren Darul Amanah mengaji kitab kuning Rabu, 20 Maret 2024. Kegiatan pengkajian kitab kuning yang diikuti santri tingkat tsanawiyah dan aliyah tersebut merupakan program khusus selama bulan Ramadan di Pondok Pesantren Darul Amanah guna menambah  ilmu pengetahuan Islam para santri.

Kajian kitab kuning selama bulan Ramadhan memainkan peran utama dalam memperkuat keimanan santri. Melalui kajian yang intensif dan mendalam tentang ajaran Islam, santri mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang keyakinan mereka. Membaca dan mendiskusikan kitab-kitab klasik seperti Riyadhus Shalihin, Safinatunnajah memperkuat ikatan santri dengan ajaran agama, membantu mereka mengatasi keraguan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam keyakinan mereka.

Mereka harus hadir pada waktunya, mempersiapkan bahan kajian, dan fokus selama sesi pembelajaran. Disiplin ini tidak hanya diterapkan selama kajian, tetapi juga terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari santri. Mereka belajar untuk menghargai waktu, mengelola tanggung jawab, dan menjadi mandiri dalam proses belajar mereka.

Pimpinan pondok pesantren Darul Amanah, K.H. Mas’ud Abdul Qodir menyampaikan “Mengaji kiuab kuning merupakan tradisi yang rutin kita lakukan, terutama saat bulan Ramadan, dengan tujuan mampu membantu membentuk karakter santri dengan meningkatkan kecintaan mereka pada ilmu. Kitab kuning menawarkan pengetahuan yang luas tentang Islam, dan semangat untuk terus belajar dan menggali lebih dalam menjadi ciri khas dari kehidupan santri. Ini mendorong mereka untuk menjadi pembelajar seumur hidup, selalu haus akan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat”.

Melalui proses pembelajaran yang mendalam tentang ajaran Islam, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mengembangkan sikap, nilai, dan kepribadian yang kuat sesuai dengan ajaran agama. Dengan demikian, kajian kitab kuning bukan hanya tentang meningkatkan keilmuan, tetapi juga tentang membentuk generasi muslim yang bertaqwa, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan dunia modern dengan keyakinan yang kokoh.

Scroll to Top