Aug 162018
 

 

Renungan dan Ulang Janji Pramuka ke 57 Kwarran 24.12 Sukorejo di Pondok Pesantren Darul Amanah

Renungan dan Ulang Janji Pramuka ke 57 Kwarran 24.12 Sukorejo di Pondok Pesantren Darul Amanah

Gerakan kepanduan Indonesia yang lebih dikenal dengan istilah pramuka, muncul sejak tahun 1961, gerakan pramuka terus berkembang menjadi salah satu pendidikan non formal yang terus berperan dalam membangun karakter bangsa. Bahkan dalam kurikulum pendidikan terbaru yang dicetuskan oleh pemerintah, yakni mewajibkan ekstrakulikuer pramuka pada satuan pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa pramuka memiliki banyak peran dalam proses pendidikan di Indonesia. Terkhusus dalam pembentukan karakter bangsa.

Belakangan ini, pendidikan karakter memang sedang digalakkan oleh pemerintah. Menyusul banyaknya permasalahan yang muncul kepermukaan adalah sangat erat hubungannya dengna karakter, terlebih pemuda Indonesia. Disinilah peran pramuka nampak jelas, pramuka mendidik para pemuda dari generasi ke generasi, menanamkan dasar-dasar karakter sejak dini. Mulai dari tingkatan terkecil, atau yang disebut sebagai siaga, hingga yang paling dewasa.

Tahun 2018, genap sudah 57 tahun Pramuka menjadi bagian dari Republik ini. Di usianya yang semakin dewasa, tentunya diimbangi dengan pola pendidikan dan gerakan yang juga semakin bervariasi. Sehingga menjadikannya semakin mantap untuk menjadi pelopor peradaban bangsa dengan mengutamakan karakter yang menjadi faktor utama sebuah peradaban yang baik.

Yang paling menonjol dalam pendidikan kepramukaan adalah soal kedisiplinan yang tentunya mampu membentuk karakter seseorang. Penekanan terhadap kedisiplinan akan mengubah seseorang menjadi pribadi yang baik. Dengan disiplin dalam setiap hal, akan menjadikan setiap pramuka dapat melakukan apapun kewajibannya dengan baik dan benar. Baik itu dalam hal agama maupun kemasyarakatan.

Soal kenegaraan, tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebagai sebuah gerakan kepanduan, pramuka tak pernah lepas dari pendidikan kebangsaan. Persatuan NKRI menjadi salah satu tujuan utama gerakan ini. Pendidikan kebangsaan dialirkan melalui kehidupan sehari-hari yang terus menjunjung tingggi persatuan dan kesatuan, saling tolong menolong antar sesame dan juga melalui apa yang tercantum dalam janji seorang pramuka dalam tri satya, “menjalankan kwajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila, menolong sesame hidup dan turut serta membangun masyarakat”. Dua point inilah yang menjadi poros kehidupan seorang pramuka.

Dirgahayu Gerakan Pramuka ke-57, Pramuka menjadi pelopor peradaban bangsa, Pramuka Pemerstau NKRI.