Jul 132018
 
Kabid. PD Pontren Kemenag JAwa Tengah dalam sarasehan Peserta PPSN V tingkat Jawa Tengah

Kabid. PD Pontren Kemenag JAwa Tengah dalam sarasehan Peserta PPSN V tingkat Jawa Tengah

Santri dan pramuka adalah dua unsur  yang tidak bisa di jauh bedakan. Apa yang diajarkan dalam tri satya merupakan implementasi dari kehidupan seorang santri. Drs. M. Ahyani, Kasi PD Pontren Kemenag Jawa Tengah dalam acara sarasehan bersama Ka. Kwarda Jawa tengah pada Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) tingkat Jawa Tengah, Senin (9/7)  menyampaikan bahwa jika seorang pramuka mau mengamalkan tri satya dengan sungguh-sungguh, maka ia secara otomatis menjadi seorang santri.

Bagaimana tidak, jika melihat dari point pertama yang tertanam dalam Tri Satya yang berbunyi, “demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kwajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa,”. Dari sini saja kita bisa memahami bagaimana seorang pramuka diajarkan untuk disiplin dan bertanggung jawab atas kwajibannya sebagai seorang hamba Tuhan Yang Maha Esa. Sama halnya dengan santri yang dalam kehidupannyasepanjang hari selalu dipantau untuk menjadi insan yang benar-benar disiplin dan bertaqwa dengan berbagai macam pembelajaran yang ada di pesantren.

Kemudian pada point selanjutnyayakni, “menolong sesame hidup dan ikut serta membangun masyarakat” dua hal ini juga merupakan implementasi kehidupan santri. Bagaimana di pesantren santri diajarkan untuk saling tolong-menolong dan digembleng untuk kemudian bisa menjadi pondasi yang membangun masyarakat. Karena sejatinya di pesantren adalah ajang belajar sebanyak-banyaknya untuk membekali diri ketika kembali kepada masayarakat.

Jadi, tidak salah jika M. Ahyani menyebutkan bahwa, “Kalau Pramuka Pasti Santri”. Karena keduanya pun sama-sama dalam masa pembelajaran untuk menuju kehidupan yang lebih matang.

 Posted by at 5:49 am